0

Awalnya Benjolan Kecil, Kanker Payudara Gerogoti Tubuh Atek

Awalnya Benjolan Kecil, Kanker Payudara Gerogoti Tubuh Atek | Untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat di tolak. Takdir punya bahasanya sendiri, seperti angin yg berembus tidak tertebak ke mana arahnya. Ada kalanya, ia datang bahkan tidak dengan permisi.

Diwaktu cobaan hidup datang menerpa, tidak ada yg mampu menolak. Demikian pun bagi Atek, ibu rumah tangga paruh baya ini, waktu ini mesti menerima takdir, hidup yang merupakan penderita kanker payudara. Sesuatu yg lalu tidak sempat dibayangkan sedikitpun.

Sudah berbilang th, kanker ganas menggerogoti jasadnya. Sebab kanker ini, wujud tubuhnya sekarang tidak lagi normal. Satu sektor tubuhnya yg terserang, tetap mengalami pertumbuhan abnormal, menyisakan rasa prihatin sekaligus kengerian bagi siapapun yg menyaksikannya.

Terhadap bidang badan yg terserang kanker payudara itu juga, jaringan tubuhnya perlahan makin rusak. Dua lubang akbar sudah muncul di antara sel-sel jaringan kulit di sektor tersebut. Dari lubang ini juga, jamak ke luar cairan berbau menyengat saban hri, seakan pertanda berlangsung pembusukan dalam jaringan badan akibat sel kanker yg tetap menyerang.

Bukan cuma itu, tidak cuma menggerogoti raganya, kanker ini pula sudah ‘membunuh’ rasa yakin dia. Karena wujud badan tidak normal dibagian dada sebelah kiri, pula seringnya cairan berbau menyengat yg ke luar dari celah lubang yg muncul di jaringan yg terserang kanker tersebut, dia jadi teramat minder bertatap wajah pada siapaun.

Kanker payudara sudah membenamkan hidupnya dalam-dalam. Perdana mencabik-cabik raganya, ke-2 membinasakan rasa yakin beliau. Seakan, ga ada faktor lain yg dapat dilakukannya, kecuali pasrah terhadap takdir yg maha kuasa.

Tidak Hanya itu, beliau yg duhulu aktif bekerja menolong suami membantu ekonomi keluarga, saat ini tidak lagi mampu berjuang dgn. Tinggallah sang suami, Apheng, yg serta sudah berumur renta, seseorang diri menggarap sawah tumpuan hidup keluarga.

Rasa sakit yg saban hri mendera, tidak lagi dirisaukannya. Seakan telah jadi rekan sepanjang sisa hayat, bagi raga yg tetap berupaya konsisten kuat, menguat-nguatkan ia menatap lika liku kehidupan.

“Sakit Pak, sepanjang disaat seperti digigit semut, kadang seperti ditusuk-tusuk jarum. Kadang ada waktunya, sakit sekali,” ucap Desa Mekar Sari, Sungai Raya, Kubu Raya, Rabu (11/05/2016) siang.

Kata-katanya terhenti, seperti tidak mampu mencari kata bersama defenisi sesuai utk menggambarkan betapa sakit yg dirasanya. Sehingga jadilah siang itu, Rabu (11/05/2016) siang, seluruh yg hadir menjenguknya, terenyuh.

Berawal dari benjolan kecil

Masing teringat terang dalam benak Atek, satu hri di mana beliau mula-mula kali merasakan elemen tidak serupa di satu sudut sektor tubuhnya, di bidang dadanya. Dirinya tidak menyangka, hidupnya dapat beralih drastis sejak hri itu, hri di mana dirinya mengabaikan seluruhnya keanehan yg dirasakan di tubuhnya.

Dua th silam, kanker payudara yg menghancurkan hidupnya itu saat ini, cuma berupa tonjolan mungil. Tonjolan mungil di sektor sebelah kiri badangnya itu, muncul bertepatan bersama hri datangnya siklus menstruasi bulanan beliau.

“Waktu itu serasi aku lagi berladang (bertani padi), cocok pula hri itu aku datang bln. Sepulang dari sawah, rasa-rasanya ada yg aneh di (bidang dada) sebelah kiri. Ada muncul benjolan mungil di payudara aku sebelah kiri,” kisahnya.

Tapi sebab tetap berukuran mungil, & berjalan bersamaan bersama datangnya haid, beliau tidak demikian menghiraukannya. Hari-harinya, masihlah dia lalui seperti biasa. Dirinya masihlah bertani di sawah mempermudah sang suami seperti biasa, sembari mengharapkan benjolan itu bakal hilang sendirinya, dgn selesainya musim siklus bulanannya.

Hri demi hri silih berganti. Hri berkumpul jadi pekan, pekan bersepakat jadi bln, & bln menjelma jadi thn. Sel kanker yg tadinya cuma berupa benjolan mungil, sekarang pun ikut beralih memperbesar diri. Sehingga makin besarlah kanker yg dideritanya, sampai sekedar melangkahkan kaki juga, saat ini terasa kian susah & menyakitkan baginya.

Dia bahkan mesti memakai ke-2 tangannya buat membantu bidang dada yg terserang kanker tersebut, biar mampu bermobilisasi, bahkan di dalam rumahnya sendiri. “Tak dapat seandainya dak dipegang. Sakit luar biasa bila dak ditopang begini. Menjadi ya begini lah jadinya,” ujarnya.

Dia khawatir, keadaanya makin parah dari hri ke hri. Beliau khawatir kalau-kalau satu disaat, karena makin akbar bertumbuhnya sel kanker itu, sanggup saja bakal menciptakan jaringan tubuhnya yg terserang jadi hancur, & pecah.

SUMBER : Obat benjolan di payudara

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *