0

Cara Menyembuhkan Penyakit Cacingan Pada Orang Dewasa

 

Penyakit cacingan pada orang dewasa tidak akan sama dengan cacingan yang terjadi pada kalangan anak-anak. Secara umum kalangan dewasa akan mudah sembuh dari pasca infeksi cacingan dibandingkan anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya belum kuat.

Cara menyembuhkan penyakit cacingan pada orang dewasa akan sangat berbeda dengan penyembuhan cacingan pada anak-anak. Sebab cacingan pada kalangan dewasa membutuhkan penanganan yang cukup serius karena infeksi cacingan yang menjangkit orang dewasa akan sangat besar. Sedangkan cacingan yang menjangkit kalangan anak-anak akan mudah sembuh kembali jika diberikan obat khusus cacingan.

Banyak sekali spesies cacing yang bisa hidup dan berkembang biak dalam tubuh manusia diantaranya cacing kremi. Dari namanya juga tergambar seperti bentuk kecil-kecil dan banyak layaknya mie instan. Cacing kremi ini hidup berkelompok di dalam usus manusia yang bisa saja masuk ke dalam saluran usus besar. Jika hal demikian terjadi, maka penyakit cacingan dengan berbagai gejalanya akan tidak mudah disembuhkan secara cepat. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu melakukan konsultasi pada pihak medis agar dapat diperiksa secara menyeluruh.

Adapun beberapa jenis cacing yang selama ini menyebabkan penyakit cacingan pada kalangan dewasa dan anak-anak antara lain sebagai berikut :

Cacing Tambang

Mungkin dari gambaran seperti tambang yang sangat panjang, tentunya memang tepat sekali sebab cacing tambang memiliki ukuran tubuh terbilang besar dan panjang hampir mirip dengan cacing tanah. Cacing tambang akan makan sesuatu yang berada didekatnya seperti dinding usus untuk di hisap darahnya sehingga memicu reaksi sakit perut pada manusia.

Terdapat beberapa gejala yang bisa saja terjadi akibat penjangkitan cacing tambang pada perut diantaranya :

■ Perut mules,
■ Diare terus menerus bersama keluarnya darah.
■ Batuk terus menerus.
■ Kelelahan, sering mengantuk. anemia
■ Demam, pusing, mual.
■ Suara nafas terpekik.
■ Detak jantung tidak terkendali.
■ Munculnya ruam-ruam, kulit membengkak dan terasa gatal tidak tertahankan.
■  Mengakibatkan migrasi larva cacing tambang di kulit dan sistem pembuluh darah.
■ Dehiderasi sebagai akibat kekurangan cairan pasca BAB berkepanjangan.

Cacing Kremi

Dinamakan cacing kremi karena memang ukurannya terlihat sangat kecil tetapi dalam bergerombol. Cacing kremi bila di lihat dengan microskop sekitar setengan inchi. Pada umumnya cacing kremi selalu menginfeksi area usus manusia yang sama perannya untuk berkembang biak di dalam usus. Saat malam hari cacing kremi akan bermigrasi ke area yang sekiranya sesuai seperti saluran dubur atau anus. Mereka akan bertelur di area anus sehingga akan meningkatkan gangguan berupa rasa gatal di anus.

Penyakit cacing kremi akan sangat menular jika tidak menjaga kebersihan badan terutama tangan sehabis menggaruk dubur. Jika tangan yang digaruk tidak dibersihkan, sudah barang tentu larva-larva cacing akan hinggap di kuku dan menyebar kepada orang lain. Apabila hal demikian tidak ingin terjadi, maka sedini mungkin untuk selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan sekitar.

Cacing gelang

Cacing gelang salah satu infeksi cacingan selanjutnya dimana cacing ini memiliki tingkat infeksi cukup berbahaya. Secara umum cacing gelang sama dengan cacing kremi yang jumlahnya cukup banyak. Gejala cacing gelang sama seperti cacingan pada umumnya seperti perut mules, mual, muntah, diare dengan keluarnya darah dan demam. Selain itu gejala infeksi cacing gelang lumayan cukup lama yaitu bisa menghabiskan 16 hari terinfeksi cacingan.

Cacing Pita

Cacing pita selau membentuk simpul-simpul yang menjadi penyebab kulit atau gangguan pada organ tubuh selain usus. Sering kali cacing pita menimbulkan gejala berupa kista dan jaringan tubuh lainnya. Apabila seseorang tertelan larva cacing pita, maka akan tumbuh dan berkembang biak menjadi cacing pita dewasa.

Gejala yang sering muncul sebagai akibat cacing pita antara lain :

■ Mual, perut mules, nyeri ulu hati.
■ Adanya benjolan dan kista.
■ Menimbulkan kejang demam.
■  Alergi kulit akibat peradangan oleh larva cacing.
■ Dehidrasi dan kelelahan.
■ Pusing dan diare terus menerus.

Prihal mengenai cara menyembuhkan penyakit cacingan pada orang dewasa bisa memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di alam berikut diantaranya :

Bahan alami Daun Pepaya

Selama ini daun pepaya tidak hanya di konsumsi sebagai lalaban, melainkan bisa juga untuk obat menyembuhkan penyakit cacingan. Bahan obat khusus penyakit cacingan pada orang dewasa dengan campuran daun pepaya dan bunga melati, Caranya hanya cukup dicuci hingga bersih kedua bahan tersebut untuk kemudia di rebus hingga matang. Setelah rebusan kedua bahan tersebut matang, maka dinginkan terlebih dahulu lalu di minum sebagai ramuan.

Daun puteri malu

Daun puteri malu sangat mudah diperoleh dari pekarangan rumah, ladang kebun dan area yang masih banyak pohonnya. Apabila anak anda atau pun orang dewasa mengalami cacingan bisa diobati dengan tanaman ini. Caranya cukup mudah silahkan anda mencuci tanaman tersebut lalu di rebus hingga benar-benar matang setalah itu minumlah setiap hari sebelum tidur.

Daging kelapa dan wortel

Cara yang selanjutnya untuk membantu mengobati penyakit cacingan baik anak-anak atau pun dewasa diantaranya dengan wortel dan daging kelapa. Kedua bahan tersebut di cuci hingga benar-benar bersih lalu bahan kelapa di parut dan diambil santannya. Saat menjelang tidur diusahakan meminum ramuan kedua bahan ini agar infeksi cacingan mudah keluar.

Ketumbah dan Bangle
Kedua bahan obat ini pun sama bisa membantu mengurangi gejala penyakit cacingan baik pada orang dewasa atau pun anak-anak. Bahan ketumbar dan bangle ini ditumbuk lalu di rebus untuk diambil airnya. Setelah itu minum ramuan setiap hari saat sebelum tidur.

Di atas mengenai ulasan cara meyembuhkan penyakit cacingan pada orang dewasa hanya dengan memanfaatkan bahan dari alam. Sebenarnya di alam raya ini masih banyak tumbuh-tumbuhan yang bisa dijadikan untuk obat cacingan. Mudah-mudahan uraian kali ini bisa bermanfaat untuk semuanya.

 

 

administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *